Archives

Hero2004 Blog

Solat Jenazah Di Dalam Masjid

Kategori : IBADAH Solat

Tajuk :
Solat Jenazah Di Dalam Masjid

Hadith :

Dari Abu Salamah bin Abdur Rahman r.a katanya:”Ketika Saad bin Abi Waqqas wafat, Aisyah berkata:”Bawalah jenazah itu ke dalam masjid supaya aku dapat mensolatkannya . Permintaan Aisyah itu diingkari oleh banyak orang. Lalu berkata Aisyah:”Demi Allah, Rasulullah s.a.w pernah solat jenazah dalam masjid untuk dua orang putera Baidha’ iaitu Suhail dan saudaranya.”

(Muslim)
....................readmore

Hero2004 Blog

KISAH BENAR dan Nyata (7x naik Haji x dapat lihat Ka'bah)

Sebelum g Mekah, mari kita ambik iktibar dulu yek.. Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara material,mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji. Segala kelengkapan sudah disiapkan.

Ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Keadaan keduanya sihat walafiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. "Labaik Allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu ya Allah".

Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, "Ummi undzur ila Ka'bah (Bu, lihatlah Ka'bah)." Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi dia terdiam.

Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya. Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan.

Padahal, tak ada masalah dengan kesihatan matanya. Beberapa minit yang lalu dia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita. Tujuh kali Haji Anak yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon ampunan-Nya.

Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitulah, mengharap rahmatNYA.Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.

Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugerah-Nya, dengan menatap Ka'bah, kelak. Anak yang soleh itu berniat akan kembali membawa ibunya berhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya.

Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakan didekat Ka'bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan symbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak dapat melihat Ka'bah. Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya.

Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka'bah. Setiap berada di Masjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap. Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.Hasan tak habis fikir, dia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan Ka'bah.

Padahal, setiap kali berada jauh dari Ka'bah, penglihatannya selalu normal. Dia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ?. Apa yang telah diperlakukan ibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan berkecamuk dalam dirinya. Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang alim ulama, yang dapat membantu permasalahannya.

Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal kerana kesohlehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Tanpa kesulitan bererti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud. Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang soleh ini. Ulama itu mendengarkan dengan saksama, kemudian meminta agar Ibu Hasan perlu menelefonnya. Anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya di tanah kelahirannya, dia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut.

Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun menelefon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah.

Sarah diminta untuk bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya. "Anda harus berterus-terang kepada saya, karana masalah anda bukan masalah senang," kata ulama itu pada Sarah. Sarah terdiam sejenak. Kemudian dia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, akan tetapi ulama itu tidak mendapat sebarang khabar dari Sarah...

Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelefon. "Ustaz, waktu masih muda, saya bekerja sebagai jururawat di rumah sakit," cerita Sarah akhirnya. "Oh, bagus..... Pekerjaan jururawat adalah pekerjaan mulia," potong ulama itu. "Tapi saya mencari wang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli, apakah cara saya itu halal atau haram," ungkapnya terus terang. Ulama itu terkejut.. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.

"Disana...." sambung Sarah, "Saya sering kali menukar bayi, karana tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan, dengan imbuhan wang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka."

Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah. "Astagfirullah. ......" betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak. bayangkan, betapa banyak keluarga yang telah dirosaknya, sehingga tidak jelas nasabnya. Apakah Sarah tidak tahu, bahawa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting. Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas..

Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, iaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi."Cuma itu yang saya lakukan," ucap Sarah. "Cuma itu ?" tanya ulama terperanjat. "Tahukah anda bahawa perbuatan anda itu dosa yang luar biasa, betapa banyak keluarga yang sudah anda hancurkan!". ucap ulama dengan nada tinggi."Lalu apa lagi yang Anda kerjakan? "tanya ulama itu lagi sedikit kesal.

"Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati." "Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia," kata ulama. "Ya, tapi saya memandikan orang mati karana ada kerja sama dengan tukang sihir." "Maksudnya?" tanya ulama tidak mengerti. "Setiap saya bermaksud menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakas sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati."

"Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti terpental, tidak hendak masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam.

Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya cuba lagi begitu seterusnya berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan." Mendengar pertuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah.

"Cuma itu yang kamu lakukan ?". "Masya Allah....!!! Saya tidak dapat bantu anda. Saya angkat tangan".Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia, apalagi dia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji. Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu. Akhirnya ulama itu berkata, "Anda harus memohon ampun kepada Allah, kerana hanya Dialah yang dapat mengampuni dosa Anda."

Bumi menolaknya. Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama tidak mendengar khabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia mendapat tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap Sarah telah bertaubat atas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya.Kerana tak juga memperoleh khabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di Mesir.

Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan khabar Sarah,ternyata khabar duka yang diterima ulama itu... "Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelefon ustad," ujar Hasan. Ulama itu terkejut mendengar khabar tersebut. "Bagaimana ibumu meninggal, Hasan ?". tanya ulama itu.

Hasan pun akhirnya bercerita : Setelah menelefon ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah. Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas izin Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu berulang kembali. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun penghantar jenazah yang menyedari bahawa tanah itu kembali rapat.

Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para penghantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi.Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayat. Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus-asa kerana pekerjaan mereka tak juga selesai. Siang pun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib, tidak ada satu pun lubang yang berhasil digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu dibiarkan saja tergeletak di hamparan tanah kering kerontang.

Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak tega meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur.. Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri. Dengan izin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir.

Lelaki itu tidak tampak wajahnya, kerana terhalang tutup kepalanya yang menjorok ke depan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya," Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!". .. kata orang itu. Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur menggali lubang dan kemudian mengebumikan ibunya. "Aku minta supaya kau jangan menengok ke belakang, sampai tiba di rumahmu, "pesan lelaki itu. Hasan mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar lokasi pemakaman,terselit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan jenazah ibunya.

Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan ketakutan.Dengan langkah seribu, dia pun bergegas meninggalkan tempat itu. Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku, bahwa separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman kerana terbakar.

Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang diungkapkan Hasan. Dia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu. Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan izin Allah akan hilang.

Benar saja,tak berapa lama kemudian Hasan kembali memberitahu ulama itu, bahawa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitamannya hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allah SWT.

Semoga kisah nyata dari Mesir ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Wang $50.000 atau $50 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket. 45 minit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan bola sepak. Semua insan ingin memasuki syurga tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk memasukinya.

[comtech_kustem]
....................readmore

Hero2004 Blog

17.04.2008 Dari KL ke Laut Celebes....siri 4

9.12pm : Tawau Airport
Imigration Counter.
9.35pm : Dalam Van
Kita dalam perjalanan dari Tawau ke destinasi seterusnya. Perjalananmengambil masa selama 45 minit. Anda boleh menikmati panorama tempatyang akan kita lawati di screen video......( Azhar-SBM)
BEREHH BOHH.......( Ucop/Noraman/ Zahudi... .Technip)
....................readmore

Hero2004 Blog

17.04.2008 Dari KL ke Laut Celebes....siri 3

6.42pm : AK 5156
Hey Mike..I spent RM172.00 for 2 way ticket KUL-TWU-KUL. ..I booked thatticket on Sept. 2007...ahaks. .ahaks..piece! !!
7.03pm : AK 5156
Ladies & Gentlemen..No outside food allow in this flight....Our crew canserve you if you need....bla. .bla..bla. ..Grrrrr..(perut sudah bunyi)...Nasi beriani ayam..RM8.00 & Nescafe 3 in1...RM4.00..
....................readmore

Hero2004 Blog

17.04.2008 Dari KL ke Laut Celebes....siri 2

4.45pm : LCCT 4.56pm : Boarding Pass/Flight Ticket
5.32pm : Boarding
5.54pm : Time to fly
6.10pm : Now Everybody Can Fly...
....................readmore

Hero2004 Blog

THE STORY OF KARBALA - PART 2/14

MUSLIM BIN AQEEL AND HURR

previous episode

Husayn refused to follow Hur's exhortations. Hur tried to show some firmness in his stance. The thing came to a head when Hur grabbed the reins of Husayn's horse. Husayn became angry and said:

"May your mother mourn for you, are you going to stop me?"

Hur replied: "If it was someone else in your place I would reply to him in the same tone but I cannot say those things for your mother."

This episode has been analysed by Shi'a scholars and they have explained that Husayn's statement in anger was actually a call to Hur and all those with him to come to the right path. And Hur did respond to that call. Only a few days later, Hur, his son and his personal servant would desert Yazeed's army at the battlefield of Karbala and fight protecting Husayn and give their lives.

next episode

....................readmore

Hero2004 Blog

Larangan Duduk Di Atas Kubur

Kategori : AKIDAH Akhlak

Tajuk :
Larangan Duduk Di Atas Kubur

Hadith :

Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda:”Jika kamu duduk di atas bara api, lalu terbakar baju dan kulitmu, itu lebih baik bagimu daripada duduk di atas kubur.”

(Muslim)
....................readmore

Hero2004 Blog

17.04.2008 Dari KL ke Laut Celebes....siri 1

3.09pm : LRT Masjid Jamek3.30pm : KL Central3.35pm : KL Central3.35pm : KL Central3.38pm : KL Central - Bersama Arai (Aker) & Hilmi (SBM) 3.45pm : KL CentralBas ke LCCT.Tambang RM9.

....................readmore

Hero2004 Blog

Iraq clashes

Iraqi residents look to regain normality after more violence and clashes disturb Sadr City.

....................readmore

Hero2004 Blog

THE STORY OF KARBALA - PART 2/13

MUSLIM BIN AQEEL AND HURR

previous episode

Ibn Ziyad was well prepared for Husayn. Every road leading into Koofa was completely blocked. There were troops stationed at every key-position in and around town. Local leaders were made responsible for reporting any sympathies with Husayn, failing which they would be beheaded.

As soon as news arrived in Koofa of Husayn's approach to the city, a detachment of one thousand cavalry-men was sent to intercept him. The man commanding these troops was Hurr Ibn Yazeed Riyahi, a man of proven military exper-tise.

He also had a great regard for Husayn and the Prophet's family. When Hurr's company met Husayn's caravan, Hurr and his men had lost their way in the desert and both the soldiers as well as the horses were on the verge of dying of thirst in the scorching heat of the desert.

Husayn saw this and immediately ordered his caravan to stop. Water was provided freely and generously to man and animal alike. As soon as Hurr and his troops recovered from exhaustion, Hurr spoke to Husayn and said that his orders were to stop Husayn from entering Koofa at all costs.

next episode

....................readmore

Hero2004 Blog

2 Waktu Diharamkan Solat

Kategori : IBADAH Solat

Tajuk :
2 Waktu Diharamkan Solat

Hadith :

Dari Ibnu Umar r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda:”Janganlah kamu menunggu-nunggu waktu (solat) kerana sengaja hendak solat tepat pada waktu matahari terbit dan jangan pula pada waktu matahari terbenam.”

(Muslim)
....................readmore

Hero2004 Blog

THE STORY OF KARBALA - PART 2/12

MUSLIM BIN AQEEL AND HURR

previous episode

Against this background Husayn sent his cousin Muslim Ibn Aqeel to Koofa while he stayed in Makkah. In the meantime new developments in Makkah made him leave soon afterwards. It appears that Husayn travelled right across the subcontinent, from the Red Sea coast to the Gulf coast and then turned northwards along the shore. He then passed through the present-day Kuwait and then through Basra along the river Euphrates and ended up in Karbala. There is a mosque situated in a village on the East coast of present day Saudi Arabia, which is dedicated to Husayn, in memory of his visit there, en-route to Karbala. However, recent study by S.M. Raza Shabbar of London has shown that Husayn may have taken a much shorter and direct route to Karbala from Makkah.

While Husayn was on his way to Koofa, Muslim Ibn Aqeel was received with open arms by the Koofans. Eighteen thousand people swore allegiance to Husayn vicariously, on Muslim's hand. Yazeed's spies were at work and they were giving full reports about the comings and goings of Koofa. As soon as this news was brought to Yazeed he ordered Ibn Ziyad, the governor of Basra, to proceed immediately and take charge of Koofa. Ibn Ziyad was well known for his hatred for the family of the Proph-et. As soon as he arrived in Koofa, he summoned all the tribal leaders to his presence. When they came, they were arrested and put behind bars.

This was sufficient to deter the Koofans from hel-ping Muslim. That evening, several hundred people had gathered in the mosque to offer their prayers behind Muslim. When the prayers were over, only twelve people were left.

By the time Muslim was returning home, only three followed him. After a few minutes he was left alone in the back-alleys of Koofa. He took refuge in a woman's house, for the night. The woman's own son reported the whereabouts of Muslim for money. Seven hundred people led by Muhammad Ibn Ash'ath attacked the house where Muslim had stayed the night. Muslim came out with the sword in his hand, fought valian-tly and was wounded by trickery, arrested and pre-sented to Ibn Ziyad.

He ordered him to be thrown from the roof-top of the governor's palace. His dead body was dragged in the streets of Koofa. This was now the 9th of Zilhijj. The following day Husayn received the news of Muslim's brutal killing from travelling Bedouins. He was well on his way to Koofa. Obviously, the travelling Bedouins rep-orted both ways.

next episode

....................readmore

Hero2004 Blog

Solat Sambil Duduk

Kategori : IBADAH Solat

Tajuk :
Solat Sambil Duduk

Hadith :
Daripada Abdullah bin Syaqiq r.a bahawasanya dia bertanya kepada Aisyah r.a, katanya:”Adakah nabi s.a.w solat sambil duduk?” Jawab Aisyah:”Ada! Iaitu di hari-hari tua baginda.”

(Muslim)
....................readmore

Hero2004 Blog

THE STORY OF KARBALA - PART 2/11

MUSLIM BIN AQEEL AND HURR

previous episode

There is only one explanation for this course of action. Husayn's move was political only in the sense that if he had been able to draw the support he needed, he would have overthrown the Umayyad rule. In the circumstances, regardless of the odds against him, he had to move to fulfill his duty as the rightful Imam. That makes Husayn's step fulfilling the duty he was assigned as IMAM MANSOOS MIN ALLAH. That is the spirituality in his actions. The overwhelming fact that comes out of this analysis is that the SPIRITUALITY OVER-RIDES THE POLITICAL CONSIDERATIONS in the true Political Philosophy of Islam..

In the true political philosophy of Islam politics is subservient to spirituality. The law is governed by the Prophetic guidance and Qur'anic edicts. The Ahlul Bayt being the custodians of the Qur'an and the Prophetic Traditions are the true Imams of the community. Their claim to that high office would be proved not by brute force over the people neither by the hereditary principle but by the sacrifices they would make to protect the Qur'an and the Prophetic Traditions; and that would in effect protect the basic rights of the oppressed.

The Tragedy of Karbala is the epitome of that political philosophy.

next episode

....................readmore

Hero2004 Blog

Duduk Di Atas Kedua Tumit

Kategori : IBADAH Solat

Tajuk :
Duduk Di Atas Kedua Tumit

Hadith :

Dari Thawus r.a katanya:”Kami bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai hukum duduk di atas kedua tumit. Jawab Ibnu Abbas;”Hukumnya sunat.” Kami berkata:”kami lihat janggal (jarang) orang duduk seperti itu.” Jawab Ibnu Abbas:”Tetapi begitulah sunnah nabi s.a.w.”

(Muslim)
....................readmore

Recent Posts

Prayer Time

Barclays Premier League

F1 Championship

About Me

My photo
Blog ini merangkumi tajuk-tajuk semasa kursusnya yang dibincangkan didalam Hero2004. Disamping isu-isu semasa didalam mahupun diluar negara. Jika ada terdapat sebarang rujukan daripada mana sumber, itu hanyalah untuk kemudahan ahli Hero2004 dan bukan berniat untuk menciplak dari mana-mana pihak.